NASIONAL

Viral Video Kapal Perang China di Laut Natuna, Pangkoarmada I: Mereka Hanya Melintas di ZEE

Administrator
Istimewa
Pangkoarmada I, Laksamana Muda TNI Arsyad Abdullah.

Natuna, Gardannews.com - Panglima Komando Armada (Pangkoarmada) I menjelaskan tentang kehadiran enam kapal China yang dilihat nelayan di Laut Natuna Utara. Menurutnya, kapal-kapal tersebut hanya melintas atau melakukan lintas damai di Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE).


“Terkait Zee atau landas kontinen, ini merupakan perairan internasional. Setiap negara mempunyai hak untuk melaksanakan lintas damai. Mungkin itu kapal yang melintas,” ujar Laksamana Muda TNI Arsyad Abdullah.


Di Zona Eksklusif Indonesia, setiap kapal diperbolehkan untuk melintas. Termasuk kapal nelayan atau kapal perang dari setiap negara.


Terkait dengan ZEE, Indonesia hanya memiliki hak berdaulat di ZEE, namun tidak untuk hak kedaulatan. Hak berdaulat merupakan hak untuk melakukan eksploitasi dan eksplorasi hasil sumber daya alam di ZEE.


Bagi negara lain yang ingin memanfaatkan sumber daya alam di ZEE, harus meminta izin atau berkoordinasi dengan Indonesia. Dan setiap kapal yang memasuki wilayah Laut Natuna Utara, Indonesia mengerahkan kapal KRI untuk melakukan shadowing atau pengawalan hingga kapal asing keluar wilayah ZEE.


“Kalau Hanya melintas, tidak masalah tanpa izin,” katanya.


(Kapal perang china yang melintas di laut Natuna)


Saat ini, ada empat kapal KRI yang beroperasi di Laut Natuna Utara. Yakni Kapal KRI Rigel, KRI Bontang, KRI Teuku Umar, dan KRI Silas Papare. Kapal tersebut patroli setiap 24 jam sehari.


Selain kapal China yang melintas di Laut Natuna Utara, Laksamana Muda TNI Arsyad Abdullah juga mengatakan ada kapal induk Amerika yang sering melewati ZEE. Tapi kapal tersebut hanya melaksanakan lintas damai di wilayah tersebut.


“Dua minggu lalu ada kapal induk Amerika. Kita tetap berkoordinasi dan shadowing sampai keluar dari ZEE kita. TNI AL selalu ada di Laut Natuna Utara,” katanya.


Sementara di Laut Natuna Utara, Indonesia sudah sepakat dengan Vietnam tentang landas kontinen. Namun hingga saat ini, Vietnam belum sepakat terkait ZEE Indonesia. Pemerintah masih berupaya agar terjadi kesepakatan antar kedua negara.


“Saat saya menjabat pada saat saya komandan Guspurlabar, saya periksa kapak China yang melintas dan tak ada ikan di palkanya,” tutupnya.

Penulis: PN

Editor: M. Saimi Arrahman Rambe

Tag:indonesiaKapal AsingKapal Perang ChinakepriNasionalNatunaTnitni al

Berita Terkait

Situs ini menggunakan cookies.