POLITIKA

Diduga Dirusak, Baliho INSANI di Karimun Porak Poranda

Administrator
Istimewa
Baliho bakal calon Gubernur Kepri, Isdianto dan bakal calon wakil Gubernur Kepri, Suryani diduga dirusak
  • Karimun - Baliho dan spanduk milik Isdianto dan Suryani sebagai bakal calon dalam kontestasi Pilgub Kepri 2020 di Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau, ditemukan rusak di berbagai titik.

    Insiden rusaknya baliho dan spanduk itu, telah membuat suhu politik jelang pelaksanaan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kepulauan Riau 2020 mulai memanas.

    Hal tersebut diketahui, usai viralnya sebuah postingan milik akun media sosial facebook bernama "Diyan Midek JeKa" pada Rabu (26/8/2020) lalu, dimana postingan tersebut memperlihatkan rusaknya baliho milik pasangan dengan jargon INSANI.

    Informasi yang dihimpun oleh tim gardannews.com, baliho tersebut ternyata baru saja sehari dipasang oleh tim relawan INSANI, namun keesokan harinya sudah ditemukan dalam kondisi rusak berat.

    Dari ratusan komentar di postingan tersebut, kuat dugaan baliho dan spanduk itu sengaja dirusak oleh oknum tidak bertanggung jawab, namun sebagian orang menduga alat peraga itu rusak karena faktor cuaca.

    Ketika dikonfirmasi oleh tim Gardannews.com, Bakti Lubis selaku Ketua Tim Pemenangan pasangan bakal calon Isdianto dan Suryani di Pilgub Kepri 2020 membenarkan kejadian tersebut.

    "Semalam saya dapat laporannya dari relawan, baliho kita baru dipasang malamnya ternyata pagi sudah ditemukan rusak," ujar Bakti Lubis.



  • Bakti lubis mengaku sangat menyayangkan adanya insiden dirusaknya sejumlah baliho dan spanduk tersebut yang dinilai telah merusak pesta demokrasi yang seharusnya berjalan dengan damai.

    Terlebih, pengerusakan sejumlah baliho dan spanduk oleh oknum tidak bertanggung jawab itu dilakukan di Kabupaten Karimun yang notabene adalah kampung halaman dari Isdianto.

    "Kita menyayangkan dan kecewa adanya kejadian itu, di era terbuka yang sekarang ini masih saja terjadi hal seperti itu, kita harapkan jangan terulang lagi karena merusak situasi pilkada yang sudah damai ini," katanya.

    Terakhir, ia yang juga merupakan Anggota DPRD Provinsi Kepri dapil Kabupaten Karimun, mengajak semua elemen masyarakat khususnya Kabupaten Karimun untuk menyikapi pesta demokrasi dengan bijak, ia juga berharap kejadian serupa tidak terulang lagi.

    "Semua elemen masyarakat diharap bisa menyikapi pesta demokrasi dengan bijak, jangan berbeda pilihan membuat kita saling menjelekkan satu sama lain hingga memutus tali silaturahmi, mari tetap santun dalam berpolitik karena semua calon pemimpin yang maju tahun ini adalah putra dan putri terbaik Provinsi Kepri," tutup Bakti Lubis.

    Sementara itu, Risdianyah salah seorang relawan INSANI Karimun meyakini bahwa baliho tersebut dirusak seseorang yang tidak bertanggung jawab.

    Sambungnya, tidak mungkin baliho tersebut ditemukan rusak karena roboh dengan sendirinya akibat angin kencang atau faktor cuaca lainnya.

    Hal itu menurutnya tidak masuk akal mengingat cuaca di Karimun saat itu dalam keadaan bagus, terlebih dapat dilihat hanya baliho atau spanduk milik INSANI saja yang rusak sedangkan kandidat lain didekatnya tetap berdiri kokoh.

    "Cuaca Karimun saat itu tidak hujan dan angin tidak begitu kuat, bisa dilihat beberapa contoh baliho kita yang rusak sedangkan baliho disebelahnya tidak," kata Risdianyah.

    Riadianyah mengungkapkan, rusaknya baliho dan spanduk INSANI di Karimun tidak hanya terjadi pada satu titik sebagaimana yang viral di sosial media, melainkan pada 6 titik di 3 Kecamatan yakni Kecamatan Tebing, Kecamatan Karimun dan Kecamatan Meral.

    "Rusaknya baliho dan spanduk INSANI di 6 titik itu terjadi dalam satu hari, ada yang rusak berat hingga ringan, untuk baliho atau spanduk yang rusak ringan sudah kita bangun kembali," tutupnya.

Penulis: Rasta

Editor: Boy

Tag:Baliho insani dirusakkabupaten karimunPilgub kepri 2020politika

Berita Terkait

Situs ini menggunakan cookies.