Kepri

Bejat! Sepasang Kekasih di Karimun Tega Gugurkan Kandungan dan Kubur Bayinya di Belakang Musholla

Administrator
Boy
Pelaku RA saat di introgasi Polisi

Karimun, Gardannews.com - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Karimun meringkus sepasang kekasih di Kecamatan Tebing, Kabupaten Karimun, Kepri pada, Jumat (19/3/2021).


Sepasang kekasih berinisial PS dan RA di ringkus Polisi karena nekat melakukan aborsi.


Diketahui, pelaku wanita PS saat ini masih berusia 28 tahun dan menyandang status sebagai istri orang, namun ia bersama satu orang anaknya sudah lama di tinggal pergi tanpa kepastian oleh sang suami.


PS dan RA merupakan sepasang kekasih yang sama-sama merupakan karyawan di salah satu swalayan yang ada di Kecamatan Tebing.


Kapolres Karimun, AKBP Muhammad Adenan mengatakan, tindakan aborsi ini dilakukan mereka karena malu. Ra selaku kekasihnya memberikan motivasi dan membeli obat-obatan untuk aborsi secara online dengan harga Rp.460.000.


“Tersangka berbohong dengan keluarganya, bahwa PS ini mengidap sakit kista. Maka obat-obatan pun dibeli, yang ternyata untuk aborsi,” kata Kapolres Karimun, AKBP Muhammad Adenan.


(Konferensi Pers di Mapolres Karimun. Foto: Boy)


Perbuatan menggugurkan kandungan itu diketahui pada Kamis lalu sekira pukul 09.00 WIB oleh pihak RT setempat kemudian dilaporkan kepada Kelurahan dan informasi itu diteruskan kepada Babin Kamtibmas.


Saat aborsi dilakukan dengan cara meminum obat-obatan yang telah dibeli, PS sempat berteriak karena kontraksi obat. Hanya saja warga tidak menyangka jika PS ternyata sedang kontraksi.


Setelah berhasil menggugurkan kandungan, RA kemudian membawa janin untuk dikubur di belakang rumah PS.


Selang beberapa saat, kuburan itu pun digali kembali karena ada bagian yang tertinggal yakni ari-ari, setelah disatukan lalu dikuburkan kembali di tempat yang berbeda, tepatnya di belakang Musholla tak jauh dari kediaman PS.


(Polisi menunjukkan obat yang digunkaan pelaku untuk Aborsi. Foto: Boy)


PS sendiri saat ini masih dirawat di rumah sakit dalam kondisi lemas, proses hukum tetap dilakukan secara profesional.


“Kejadian ini harus jadi efek jera, agar tidak melakukan aborsi atau tidak melakukan hal-hal yang dapat menghilangkan nyawa orang lain,” ujar AKBP Muhammad Adenan.


Dari para pelaku, polisi mengamankan barang bukti berupa cangkul yang digunakan RA untuk menguburkan janin, serta beberapa kain dan baju yang digunakan untuk keperluan aborsi.


Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku PS di jerat dengan Pasal 341 atau 342 K.U.H.P “Seorang ibu yang dengan sengaja menghilangkan jiwa anaknya pada ketika dilahirkan atau tidak beberapa lama sesudah dilahirkan, karena takut ketahuan bahwa ia sudah melahirkan anak , atau seorang ibu yang dengan sengaja akan menjalankan keputusan yang diambilnya sebab takut ketahuan bahwa ia tidak lama lagi akan melahirkan anak, menghilangkan jiwa anaknya itu pada ketika dilahirkan atau tidak lama kemudian dari pada itu”, dihukum hukuman penjara selama-lamanya Sembilan tahun.


Sedangkan Pelaku RA di jerat dengan Pasal 343 K.U.H.P “Bagi orang lain yang turut campur dalam kejahatan diterangkan dalam pasal 341 dan 342 dianggap kejahatan”

Penulis: Boy

Editor: Boy

Tag:AborsikarimunKriminalpolda kepriPolres Karimun

Berita Terkait

Situs ini menggunakan cookies.