Kepri

BKKBN Kepri Fasilitasi Pengolahan Bahan Makanan hingga Kewirausahaan Keluarga Beresiko Stunting

Administrator
Istimewa
BKKBN RI gelar pelatihan keterampilan membatik di Karimun

Karimun, Gardannews.com - Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Rohina, M.Si mengadakan fasilitasi keterampilan membatik kepada 15 orang peserta, serta ditempat dan waktu yang sama juga mengundang 15 orang ibu-ibu lainya yang terhimpun ikut melaksanakan fasilitasi pengolahan bahan makanan yang bersumber dari ikan dijadikan olahan makanan nuget yang sangat diminati oleh anak-anak.


Kreasi olahan makanan ini bermaksud agar para ibu tersebut dapat memberikan ragam aneka masakan yang diharapkan dapat diminati dan disukai oleh anak-anak untuk mengkonsumsi ikan yang kaya akan kandungan magnesium, phosphor, iodium, fluor, zat besi, copper, zinc, dan selenium yang baik untuk tubuh serta meningkatkan kecerdasan pada anak.


Seluruh peserta yang mengikuti sangat antusias terlihat dengan sungguh-sungguh menyimak dan memperhatikan apa yang disampaikan oleh tenaga pengajar.


Bupati Karimun, Aunur Rafiq bersama Deputi Bidang Keluarga Sejahtera dan Pembangunan Keluarga (KSPK) BKKBN Republik Indonesia (RI), Nopian Andusti turut hadir, selain itu hadir juga Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Karimun, Raja Azmah Aunur Rafiq meninjau langsung kegiatan Fasilitas Pengembangan Kewirausahaan Bersama Mitra Kerja Bagi Keluarga yang Beresiko Stunting yang dilaksanakan di Gedung Lembaga Kursus dan Pelatihan (LPK) Bunda Karimun, Sei Lakam Barat, Kabupaten Karimun pada, Selasa (15/11/2022).


"Kreatifnya para ibu dalam mengolah makanan yang bersumber dari ikan diharapkan dapat memberi aneka menu masakan yang sangat bergizi yang dapat dikonsumsi oleh anak-anak," kata Aunur Rafiq.


Ia juga menambahkan pesannya kepada para ibu-ibu yang mengikuti pembelajaran tersebut agar juga disampaikan kepada para ibu lainnya.


"Nanti tolong ajarkan kepada para ibu-ibu lainnya agar dapat membuat olahan makanan ikan ini menjadi makanan yang diminati oleh anak-anak. Kami berharap anak-anak yang ada di Karimun terhindar dari resiko stunting dan menjadi anak yang cerdas dengan mengkonsumsi makan ikan," paparnya.




Dikesempatan yang sama Deputi KSPK BKKBN RI, Nopian Andusti juga meminta kepada para ibu-ibu yang telah mengikuti pembelajaran pengolahan makanan ikan ini untuk turut berperan mensosialisasikan gemar mengkonsumsi ikan.


"Nanti selepas dari sini para ibu-ibu yang ada disini turut membantu mensosialisasikan kepada masyarakat banyak untuk selalu gemar mengkonsumsi ikan," ujar Nopian yang juga menjelaskan bahwa dengan memberikan makanan ikan pada anak, akan menjauhkan anak dari bahayanya resiko stunting dan justru dengan mengkonsumsi ikan anak akan tumbuh sehat serta cerdas.


Bergeser sedikit dari tempat dan ruang yang sama, Bupati Karimun, Deputi KSPK BKKBN RI beserta rombongan menghampiri dan memperhatikan metode pembelajaran membatik yang diberikan kepada keluarga yang beresiko stunting.


Dengan adanya pembelajaran yang singkat ini diharapkan dapat menjaring minat dan perhatian para keluarga atau orang tua untuk memiliki keterampilan dalam membatik.


Adanya ketertarikan dan minat dari peserta tersebut, diharapkan keluarga atau peserta yang hadir dapat mempelajari dan menekuni lebih dalam agar kelak menjadi sumber pendapatan keuangan dan tentunya dapat membantu perekonomian keluarga.


Pembelajaran membatik tersebut ternyata mencuri perhatian yang cukup serius dari Bupati Karimun.


"Kita berharap dengan kedepan ada motif khas daerah Kabupaten Karimun, dan dari sini mudah-mudahan muncul para pengrajin batik," terang Aunur Rafiq.


Kedepan dengan adanya ciri khas motif batik Karimun, Rafiq menambahkan, pemerintah akan mengeluarkan kebijakan untuk menggunakan batik ciri khas Kabupaten Karimun yang akan di kenakan oleh seluruh ASN dan murid di sekolah yang ada di Bumi Berazam Karimun.


Disela audiensi langsung dengan para peserta pembelajaran membatik, peserta mengarapkan adanya kelanjutan dalam peningkatan keterampilan membatik ini.


Bupati Karimun langsung merespon harapan peserta tersebut dengan meminta segera membentuk kelompok pengrajin batik dan kedepan pemerintah daerah akan memfasilitasi dari segi pelatihan keterampilan serta dukungan sarana dan prasarana.

Penulis: Nichita

Editor: M. Saimi Arrahman Rambe

Tag:BKKBN Keprikabupaten karimunkepri

Berita Terkait

Situs ini menggunakan cookies.