Kepri

Buruh Tolak Penetapan UMK Karimun 2022, Fajar: Kenaikan Harga tak Sebanding Kenaikan Upah

Administrator
Istimewa
Ketua SPAI-FSPMI Kabupaten Karimun, Muhammad Fajar.

Karimun, Gardannews.com - Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau mengkritik keras penetapan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) tahun 2022.


Menurut mereka, penetapan UMK 2022 itu tidak sebanding dengan kenaikan harga kebutuhan bahan pokok yang terjadi saat ini.


"Ini tidak sebanding dengan kenaikan sembako dan lainnya. Seperti naiknya BBM, kenaikan elektronik 35-40%, minyak goreng naik 21%, telur naik 30% ataupun kenaikan lainnya," ujar Ketua SPAI-FSPMI Kabupaten Karimun, Muhammad Fajar.


Fajar mengungkapkan, pihaknya menolak sepenuhnya rumusan dengan PP Nomor 36 Tahun 2021 yang digunakan untuk menetapkan besaran UMK tahun 2022 itu.


Salah satu alasannya adalah karena pihaknya masih melayangkan gugatan yudisial review di Mahkamah Konstitusi dan tetap mengusulkan untuk menggunakan PP Nomor 78 Tahun 2015.a


Ia juga menjelaskan, pihaknya tidak menghadiri penetapan UMK tahun 2022 tersebut. Sementara pembahasan tetap dilanjutkan bersama dewan pengupahan perwakilan pemerintah bersama para pengusaha.


"Kami juga telah mengirimkan surat tanggapan untuk tidak hadir di rapat UMK 2022," ucap Fajar.


Diketahui sebelumnya pemerintah telah menetapkan besaran UMK Karimun 2022 sebesar Rp 3.348.765.


Dibanding tahun 2021, jumlah UMK tahun 2022 mengalami kenaikan sebesar 0,38 persen atau setara Rp 12.863, dimana pada tahun 2021 ini UMK Karimun senilai Rp 3.335.902.

Penulis: Dian Bangun Sari

Editor: M. Saimi Arrahman Rambe

Tag:FSPMIkabupaten karimunkepriUMK 2022

Berita Terkait

Situs ini menggunakan cookies.