Kepri

Cegah Bencana Alam, Karimun Gunakan 10 Trik Jitu Ini

Administrator
Ami Bagan
Wakil Bupati Karimun, Anwar Hasyim saat mengecek kesiapan kendaraan sarana pendukung dalam penanganan bencana alam.

Karimun, Gardannews.com - Dalam rangka kesiapsiagaan tanggap bencana di wilayah Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau, Polres Karimun Polda Kepri menggelar Apel Pasukan, Kendaraan dan Perlengkapan SAR bersama instansi terkait di Lapangan Apel Sarja Arya Racana pada, Rabu (27/10/2021) pagi.


Apel ini dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Karimun, Anwar Hasyim didampingi Kapolres Karimun, AKBP Tony Pantano, Danlanal Tanjungbalai Karimun, Letkol Laut (P) Puji Basuki, serta dihadiri oleh sejumlah instansi yakni Dishub, Damkar, Basarnas, Tagana, Dinas Kesehatan dan BMKG.


Dalam Amanatnya, Anwar Hasyim mengajak seluruh pihak untuk mengantisipasi bencana alam yang dapat terjadi sewaktu-waktu akibat banjir, cuaca ekstrim, gempa bumi, tanah longsor dan peristiwa lainnya.


Adapun cara untuk mengantisipasi bencana alam tersebut, para pemangku kepentingan di Kabupaten Karimun telah mempersiapkan 10 trik jitu yakni sebagai berikut:


1. Pendataan daeerah rawan longsor, banjir, gempa bumi dan lain-lain, jumlah rumah dan penduduk yang tinggal di daerah rawan bencana.


2. Sosialisasi kepada masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana untuk mewaspadai dan mengantisipasi kondisi alam tersebut.


3. Saling bekerjasama antara Steakholder terkait untuk menyiapkan tempat pengungsian dan bantuan berupa sembako, obat-obatan dan tenaga medis dalam rangka penanggulangan para korban bencana alam.


4. Menyiapkan secara dini kekuatan personel dan sarana prasarana yang siap untuk di gerakkan dalam melakukan evakuasi, pemberian bantuan korban, pengawalan bantuan sembako dan obat-obatan bagi korban bencana alam.


5. Agar melakukan evaluasi dan pembenahan atas kendala yang dihadapi dalam penanggulangan bencana alam.


6. Memberikan pelatihan terhadap personel tentang tata cara penanggulangan bencana alam.


7. Lakukan mitigasi di wilayah rawan terjadinya bencana alam dengan pembuatan rambu-rambu jalur evakuasi untuk mengarahkan masyarakat menuju titik kumpul atau area aman dari bencana.


8. Apabila terjadi banjir, longsor agar petugas lalu lintas memasang rambu-rambu untuk mengarahkan masyarakat mengambil jalan alternatif yang aman.


9. Jika terjadi bencana alam agar segera menggelar operasi Aman Nusa II, penanganan bencana alam.


10. Tingkatkan sinergitas TNI/Polri serta Steakhokder terkait agar deteksi dini bencana alam dapat teratasi dengan baik.


Anwar Hasyim juga menyampaikan bahwa selama 1 Januari hingga 5 September 2021, BNPB telah merilis data bencana alam yang terjadi di Indonesia.


“Setidaknya telah terjadi 1.289 bencana alam dengan rincian 750 banjir, 477 cuaca ekstrim, 346 tanah longsor dan 206 kali kebakaran hutan dan lahan,” ujar Wakil Bupati Karimun, Anwar Hasyim.


Kemudian, bencana non alam yaitu penyebaran Covid-19 dan sejak 13 April 2021, Covid-19 ditetapkan pemerintah sebagai bencana nasional.


Dalam apel Anwar Hasyim turut melakukan pengecekan pasukan dan kesiapan kendaraan sarana pendukung dalam penanganan bencana alam.


Sarana pendukung itu diantaranya peralatan SAR seperti perahu karet milik Satpolairud Polres Karimun, Lanal TBK dan BASARNAS.


Saat itu, juga diperlihatkan peralatan canggih milik Satpolairud Polres Karimun bernama U-Safe sebagai penunjang SAR di air dengan menggunakan remote control.

Penulis: Ami Bagan

Editor: M. Saimi Arrahman Rambe

Tag:BNPBBencana Alamkabupaten karimunpolriTni

Berita Terkait

Situs ini menggunakan cookies.