Kepri

Korupsi Rp3 Miliar, Dua Direktur Perusahaan di Kepri Ditetapkan Sebagai Tersangka

Administrator
Istimewa
Polda Kepri saat menggelar Konferensi Pers kasus korupsi alat pengolahan tepung ikan

Batam, Gardannews.com - Dua orang Direktur Perusahaan di Provinsi Kepulauan Riau yakni RL dan ENS ditetapkan sebagai tersangka korupsi pengadaan alat mesin pengolahan tepung ikan di Kabupaten Lingga.


Keduanya resmi ditetapkan tersangka sejak, Kamis (7/10/2021) oleh Dit Reskrimsus Polda Kepri.


Berdasarkan hasil audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan Perwakilan Provinsi Kepri, aksi korupsi kedua tersangka itu menimbulkan kerugian negara hingga Rp3.090.726.183


Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol Harry Goldenhardt mengatakan, pengadaan mesin tersebut melalui BUMD Kabupaten Lingga yaitu PT. PSM yang dimana RL selaku Direktur dalam Perusahaan tersebut, dan pengadaan barang tersebut melalui proses penunjukkan terhadap PT. PIM yang Direkturnya adalah ENS.


″Kasus Korupsi ini berawal dari penyelidikan Tim Subdit III Tipidkor Dit Reskrimsus Polda Kepri terhadap pengadaan alat ataupun mesin pengolahan tepung ikan yang ada di Kabupaten Lingga,” kata Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol Harry Goldenhardt.


Kombes Pol Goldenhardt menjelaskan, pengadaan barang dan alat tersebut melanggar aturan karena tidak melalui proses lelang.


RL selaku direktur PT. PSM meminta direktur PT. PIM yakni ENS menghitung kebutuhan dalam pengadaan mesin dan alat untuk proses pembuatan tepung ikan. Dari hal itulah timbul kerugian keuangan negara.


“Maka muncullah angka sebesar Rp3.090.726.183. Dimana RL meminta uang fee sebesar Rp150.000.000 untuk keuntungan pribadinya,” jelas Goldenhardt.


Baca Juga :Mesin Kapal Rusak, Nelayan di Karimun Terapung hingga ke Perairan Line 1 Indonesia


Berdasarkan hasil penyelidikan, Polisi memastikan pembuatan mesin pengolahan tepung tersebut tidak sesuai spesifikasi. Pasalnya pada saat dilakukan pengujian oleh ahli, alat itu tidak bisa meghasilkan tepung ikan.


“Penyidik juga telah berkoordinasi dengan BPKP untuk melakukan audit terhadap keuangan maupun anggaran yang digunakan. Dari hasil audit BPKP ditemukanlah jumlah kerugian negara itu,” ungkap Goldenhardt.


Selain kedua tersangka, Polisi juga mengamankan barang bukti berupa 11 unit mobil merek Honda type CR-V beserta BPKB dan STNK, 1 unit sepeda motor merk Honda beserta BPKB dan STNK, 11 unit mesin pabrik dan surat-surat, serta dokumen dan rekening koran.


“Sebagai Informasi kenapa kami tidak bisa hadirkan tersangka RL alias R, karena yang bersangkutan saat ini sedang menjalani hukuman pidana penjara selama lima tahun di Rutan Tanjungpinang atas kasus korupsi investasi dana jangka pendek di salah satu BUMD diwilayah Bintan dengan kerugian yang dialami Negara sebesar Rp565.000.000,” ucapnya.


Baca Juga :Polsek Lubuk Baja Data Warga Kampung Pelita yang Belum Divaksin Covid-19


Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, kedua tersangka dijerat dengan Pasal 2 ayat 1 dan Pasal 3 Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-undang Republik Indonesia Nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, dengan ancaman hukuman maksimal penjara seumur hidup.

Penulis: K.Ramadhan

Editor: M. Saimi Arrahman Rambe

Tag:kabupaten linggakepriKorupsikota batampolda kepripolri

Berita Terkait

Situs ini menggunakan cookies.