Kepri

Pembebasan Tes Antigen di Kepri Menuai Kontroversi, Calon Penumpang: Gubernur Kepri Bohong

Administrator
Istimewa
Screnshoot video viral, calon penumpang di Karimun ribut dengan relawan Satgas Covid-19

Karimun, Gardannews.com - Sejumlah calon penumpang kapal di pelabuhan Tanjungbalai Karimun, Kepulauan Riau ribut dengan relawan Satgas Covid-19 pada, Senin (4/10/2021).


Hal itu diketahui dari video rekaman yang viral di media sosial.


Dari rekaman video viral tersebut, calon penumpang beradu argumen dengan relawan Satgas Covid-19 terkait masalah tes antigen sebagai syarat keberangkatan.


Keributan itu disebabkan atas adanya pernyataan Gubernur Kepri, Ansar Ahmad yang membebaskan pemberlakuan syarat tes antigen bagi pelaku perjalanan antar daerah di seluruh wilayah Provinsi Kepulauan Riau mulai, Senin (4/10/2021).


Ansar Ahmad dalam pernyataannya mengatakan, kebijakan tersebut diambil berdasarkan hasil asesmen yang dirilis oleh Kementerian Kesehatan RI pada, Kamis (30/9/2021) lalu, dimana saat ini Kepri sudah berada di PPKM level 2.


"Alhamdulillah Sekarang kita sudah masuk di level 2, dan seperti janji saya, setelah kita berhasil turun level 2 maka bepergian antar daerah di Kepri sudah bebas antigen," ujar Ansar Ahmad.


Pernyataan itu pun menuai kontroversi antara calon penumpang dengan relawan Satgas Covid-19 di Karimun.


Pasalnya, pada waktu yang dikatakan Ansar, syarat tes antigen di pelabuhan Tanjungbalai Karimun masih saja diberlakukan.


Dalam video yang beredar luas di media sosial, terlihat sejumlah calon penumpang marah. Mereka berpatokan pada pernyataan Gubernur dan tidak lagi membawa hasil tes antigen saat hendak bepergian.


Relawan Satgas menunjukkan surat edaran Bupati Karimun terkait masih berlakunya hasil tes antigen sebagai syarat perjalanan.


Sementara, calon penumpang menyebut kalau sudah ada pernyataan dari Gubernur Kepri terkait tidak berlakunya lagi antigen sebagai syarat perjalanan.


"Secara hirarki mana yang lebih tinggi antara Gubernur dengan Bupati," ujar salah seorang calon penumpang dalam video tersebut.


Relawan satgas membantah pernyataan calon penumpang dan menyebut bahwa Surat Edaran terkait pembebasan tes antigen dari Gubernur Kepri belum diterbitkan.


"Dari Gubernur belum ada Buk," ungkap relawan tersebut.


Tidak berhenti sampai disitu, calon penumpang lain kembali berdebat dengan relawan dan menunjukkan postingan berita yang menjelaskan pernyataan Gubernur Kepri tentang pembebasan tes antigen.


(Calon penumpang saat menunjukkan berita Gubernur Kepri terkait pembebasan tes antigen kepada relawan Covid-19)


Bukannya percaya, relawan justru menyangkal dan menyebut yang diperlihatkan calon penumpang hanyalah berita dan bisa jadi berita itu hoaks.


Sementara, salah seorang tim Satgas penanganan Covid-19 Kabupaten Karimun, Nelly Anggrina dalam WA Grup Gugus Tugas mengatakan, untuk saat ini surat edaran dari Provinsi yang menyatakan antigen tidak diberlakukan lagi belum terbit dan masih menunggu edaran resmi dari pemerintah pusat terkait kasus PPKM di Kepri.


Atas hal itu, para calon penumpang kecewa dan menilai pernyataan Gubernur Kepri adalah kebohongan dan hanya omongan belaka.

Penulis: Dian Bangun Sari

Editor: M. Saimi Arrahman Rambe

Tag:Ansar AhmadGubernur Keprikabupaten karimunkepriKontroversi pembebasan syarat antigen

Berita Terkait

Situs ini menggunakan cookies.