Kepri

Pulau Kundur Karimun Ditetapkan Sebagai Zona Merah Covid-19

Administrator
Istimewa
Pemerintah Kabupaten Karimun tetapkan Pulau Kundur sebagai zona merah Covid-19
  • Karimun - Pemerintah Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau resmi menetapkan Pulau Kundur sebagai zona merah Covid-19.

    Hal itu setelah 4 warga di Pulau Kundur dinyatakan positif terpapar Covid-19.

    Untuk diketahui, zona merah adalah suatu daerah yang didalamnya masih terdapat kasus Covid-19 pada satu atau lebih klaster dengan peningkatan kasus yang tinggi.

    Pulau Kundur yang terdiri dari 3 Kecamatan yakni Kundur, Kundur Barat dan Kundur Utara saat ini telah mencatatkan jumlah pasien positif sebanyak 5 kasus.

    Merebaknya corona di pulau yang dikenal sebagai penghasil durian kelas wahid di Indonesia itu bermula ketika Almarhum Kapolsek Kundur Kompol Endi Endarto dinyatakan positif Covid-19.

    Dari Perwira Polri itu, menimbulkan cluster baru yakni seorang Wartawan berinisial IS, kemudian seorang sopir Ambulance Puskesmas Kundur berinisial MD dan satu personel Polsek Kundur juga ikut terpapar Covid-19 karena kontak erat dengan Kompol Endi Endarto.

    Kemudian, dari IS sang istri dan satu anaknya juga ikut terpapar.

    "Pulau Kundur kita katakan zona merah, hal itu karena adanya transmisi lokal di wilayah tersebut," ujar Bupati Karimun, Aunur Rafiq.

    Dengan ditetapkan sebagai zona merah, Rafiq menuturkan akan segera mengeluarkan surat edaran untuk membatasi kegiatan yang mengumpulkan orang banyak.

    "Sedang kita konsep surat edarannya," ucap Rafiq.

    Rafiq mengatakan, meski berstatus zona merah, pihaknya tidak langsung mengambil langkah untuk menutup semua kegiatan di tengah masyarakat.

    "Sementara kita lihat hasil tracing oleh Dinas Kesehatan, apakah berkembang atau tidak. Jika iya, akan kita kaji sektor mana yang kita tutup, tentunya melalui langkah yg arif dan bijaksana," katanya.

    Rafiq menegaskan, pihaknya telah meningkatkan pengawasan seperti di pelabuhan sebagai tempat keluar masuknya orang setiap hari.

    Ditingkatkannya pengawasan di pelabuhan tersebut yakni terkait kelengkapan administrasi yaitu Surat Kesehatan bagi penumpang.

    "Pelabuhan kita perketat, bagi penumpang yang warga sini kalau tidak membawa surat kesehatan akan kita minta cek di puskesmas. Namun, kalau penumpang itu adalah penduduk luar dan tidak melengkapi surat kesehatan sama sekali, akan kita pulangkan ke daerah asalnya masing-masing," tegasnya.

    Diberitakan sebelumnya, sebanyak lima warga Kabupaten Karimun dinyatakan positif terpapar Covid-19.

    Kelima warga itu merupakan cluster dari almarhum Kapolsek Kundur, Kompol Endi Endarto.

    Saat ini, kelima warga tersebut telah dibawa ke RSUD Muhammad Sani Karimun untuk di isolasi.

    Sedangkan untuk jumlah kasus Covid-19, Kabupaten Karimun telah mencatat sebanyak 13 kasus yang terdiri dari 6 pasien telah dinyatakan sembuh dan 7 pasien masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Penulis: Rasta

Editor: Boy

Tag:covid-19covid 19kabupaten karimunPulau kundurZona merah Covid-19

Berita Terkait

Situs ini menggunakan cookies.