Kepri

Tuntaskan Stunting, BKKBN Kepri MoU dengan BAZ dan DMI Tanjungpinang

Administrator
Istimewa
Penandatanganan MoU antara BKKBN Kepri dengan BAZ dan DMI Kota Tanjungpinang

Tanjungpinang, Gardannews.com - Wakil Wali Kota Tanjungpinang, Endang Abdullah menyatakan akan menuntaskan angka stunting di Tanjungpinang, Kepulauan Riau.


Hal itu dikatakan Endang Abdullah saat menghadiri perjanjian kesepahaman atau MoU antara BKKBN Provinsi Kepulauan Riau dengan Dewan Masjid Indonesia (DMI) Tanjungpinang, Badan Amil Zakat (BAZ) Tanjungpinang, dan tiga pengurus masjid di Tanjungpinang pada, Sabtu (12/11/2022).


Diketahui, jumlah angka stunting di Tanjungpinang totalnya ada 486. Namun yang mendesak untuk diintervensi sekitar 40 anak di bawah dua tahun. Pemko melalui Bapak Asuh sudah membantu 20 anak. Jika ditambah dengan bantuan Baznas, sisanya dapat diatasi. Maka tersisa akan di intervensi dari Bapak Asuh stunting pihak lain.


"Jika Masjid-masjid di Tanjungpinang melalui jemaah ikut menggerakkan, maka akan sangat membantu pemerintah mengentaskan stunting di Tanjungpinang," ujar Endang Abdullah yang juga Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Tanjungpinang.


(BKKBN Kepri MoU dengan BAZ dan DMI Tanjungpinang)


Menurut dia, adanya kerja sama BKKBN, DMI dan pengurus masjid di Tanjungpinang menjadi percontohan bagaimana kolaborasi pemerintah dan semua stakeholder untuk mengatasi stunting.


"Kekuatan fiskal Pemko Tanjungpinang terbatas untuk memberikan bantuan. Sehingga dengan adanya kerja sama lembaga-lembaga keagamaan tentu sangat membantu pemerintah," kata Endang.


Sementara Kepala BKKBN Provinsi Kepulauan Riau, Rohina memberikan apresiasi kepada DMI Tanjungpinang, pengurus Masjid As Sakinah Tanjungpinang, Masjid Nurul Iman dan Masjid Al Uswah, serta Baz Tanjungpinang bersama sama BKKBN mengentaskan stunting di Tanjungpinang.


"Ini menjadi percontohan di Kepri dan saya kira di Indonesia kerja sama masjid dan Baz sama-sama membantu pemerintah menyelesaikan stunting," kata Rohina usai melakukan MoU.


Jika semua bekerja sama, maka semua bisa jadi ringan. Stunting menurut Rohina harus dibasmi demi mewujudkan generasi emas pada 2045 ketika Indonesia 100 tahun merdeka.


Di Kepri, saat ini menurut data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) berada di urutan empat terbawah dari 34 provinsi di Indonesia dengan pravelensi 17 persen. Hingga 2024, Kepri ditargetkan turun ke 10 persen.


"Untuk menurunkan ke angka 10 persen, maka perlu kita rangkul semua pihak sama-sama serius mengentaskan angka stunting," kata Rohina.


Ahmad Khusairi, Ketua Baznas Tanjungpinang mengatakan bahwa dia akan menyalurkan bantuan kepada 100 anak stunting di Tanjungpinang senilai Rp250 ribu per bulan.


"Mudah mudahan dapat memberikan perubahan untuk peningkatan gizi anak yang masuk kategori stunting," ujarnya.


Kerja sama dengan dewan masjid, kata Khusairi, akan ditindaklanjuti dengan Baznas melakukan sosialisasi ke masjid-masjid di Tanjungpinang dan membuka rekening khusus untuk dana infak stunting dari umat.


"Dana tersebut akan kita salurkan sesuai dengan ketentuan berlaku dengan prinsip-prinsip Baz," kata Khusairi.


Sementara Indri, Ketua Masjid Nurul Iman Tanjungpinang Timur menyebut bahwa pihaknya akan mensosialisasikan program ini ke jemaah masjid.


"Kebetulan di masjid kami ada program semacam ini. Tinggal dikumpulkan dan kita serahkan ke Baz. Semoga dapat membantu mengentaskan stunting di Tanjungpinang," kata Indri.

Penulis: M. Saimi

Editor: M. Saimi Arrahman Rambe

Tag:BKKBNkepriTanjungpinang

Berita Terkait

Situs ini menggunakan cookies.