Peristiwa

Diejek Tidak Mampu Bahagiakan Istri, Pria Ini Dendam dan Bunuh Bos Besi Tua

Administrator
Istimewa
Ditreskrimum Polda Kepri saat menggelar Konferensi Pers

Kepri, Gardannews.com - Tim gabungan Polres Tanjungpinang dan Ditreskrimum Polda Kepri berhasil mengungkap kasus pembunuhan Zainudin (48), seorang bos besi tua yang ditemukan tewas terkubur di dekat sebuah tower di Batu 58 Tanjunguban, Kabupaten Bintan.


Direktur Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Kepri, Kombes Pol Jefry Siagian mengatakan, pihaknya telah menangkap dua orang pelaku yakni ZU (27) dan rekannya AR (45) pada, Kamis (23/9/2021).


Kedua pelaku tersebut ditangkap di dua lokasi berbeda yakni Indragiri Hulu dan Indragiri Hilir.


“Penangkapan dilakukan tim gabungan Polres Tanjungpinang yang dibantu Ditreskrimum Polda Kepri setelah mendapat informasi keberadaan pelaku melarikan diri ke Riau,” kata Kombes Pol Jefry Siagian.


Jefry menjelaskan, kasus pembunuhan itu terungkap setelah istri korban Henny melaporkan perihal hilangnya sang suami ke Mapolres Tanjungpinang.


Dalam laporannya, Henny mengungkapkan bahwa Zainudin yang pergi dari rumahnya di Tanjungpinang menuju Bintan untuk membeli mobil pada 5 September lalu sudah tiga hari tidak pulang dan tanpa kabar.


Berdasarkan laporan tersebut, Polisi pun langsung melakukan penyelidikan dan menemukan mobil korban dalam kondisi tenggelam di danau biru, Bintan.


Atas temuan itu, tim gabungan kemudian mengejar keberadaan kedua pelaku ZU dan AR yang diketahui juga menghilang bersamaan dengan hilangnya korban.


“Setelah membunuh korban dan merampas hartanya berupa uang 260 juta, jam tangan, kartu atm, dan telepon genggam, kedua pelaku menghilangkan jejak dengan cara mengubur jasad korban di wilayah Tower Sutet. Selanjutnya pelaku menenggelamkan mobil korban ke dalam danau biru,” jelas Jefry.


Kepada Polisi, pelaku ZU mengaku membunuh korban karena sakit hati akibat sering diejek tidak bisa membahagiakan istrinya.


“Saya dibilang tidak bisa membahagiakan istri dan saya disuruh menceraikan istri,” ujarnya.


Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, kedua pelaku dijerat dengan pasal berlapis yakni pembunuhan berencana dan pencurian dengan kekerasan, diancam hukuman mati.

Penulis: Ami Bagan

Editor: M. Saimi Arrahman Rambe

Tag:kepriKriminalperistiwapolda kepriPolres Tanjungpinang

Berita Terkait

Situs ini menggunakan cookies.