Peristiwa

Ditangkap Polisi, Begini Nasib 5 Wanita yang Akan Diselundupkan ke Malaysia Menjadi PMI Ilegal

Administrator
Ami Bagan
5 wanita yang akan diselundupkan menjadi PMI ilegal diamankan ke Mapolres Karimun

Karimun, Gardannews.com - Lima orang wanita berinisial SD, LM, EM, MA dan YN yang ditemukan Satpolairud Polres Karimun dari speed boat tanpa nama di perairan PT Saipem Karimun pada Minggu lalu saat ini telah diamankan ke Mapolres Karimun.


Dari hasil penyelidikan, kelima wanita tersebut mengaku ditipu oleh seseorang yang merekrut mereka untuk bekerja di Kota Batam.


Alih-alih bekerja di Batam, mereka justru akan dibawa menuju Negara Malaysia untuk dijadikan sebagai Pekerja Migran Indonesial (PMI) ilegal.


Beruntung, upaya penyelundupan itu berhasil digagalkan oleh pihak Kepolisian.


"Sebelumnya mereka ini diimingi bekerja di Batam. Pelakunya atas nama MI telah kami amankan, sementara perekrut yakni SAB dan anak buah kapal yakni ZL masih kami lakukan pengejaran," ujar Kasat Polairud Polres Karimun, Iptu Binsar Samosir.


(MI, pelaku yang berperan sebagai nakhoda speed boat penyelundup PMI ilegal)


Binsar mengatakan, kelima wanita tersebut selanjutnya akan dikembalikan ke daerah asalnya masing-masing.


"Kelima wanita itu berasal dari daerah berbeda, yakni 2 orang dari Jawa Barat dan 3 lainnya dari NTT," kata Binsar.


"Tim Sea SCOUTS Satpolairud Polres Karimun telah melaksanakan koordinasi dengan Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Karimun. Setelah selesai dimintai keterangan, mereka akan kita serahkan kepada BP2MI untuk rencana penanganan dan pemulangannya," tambahnya.


Diberitakan sebelumnya, Satpolairud Polres Karimun berhasil menggagalkan penyelundupan Pekerja Migran Indonesia (PMI) ilegal di sekitar perairan PT Saipem Karimun pada, Minggu (19/9/2021) sekitar pukul 19.40 WIB.


Keberhasilan pihak Satpolairud Polres Karimun tersebut bermula dari adanya laporan masyarakat terkait adanya upaya penyelundupuan PMI ilegal menggunakan speed boat tanpa nama menuju negara Malaysia.


Berdasarkan informasi itu, Polisi langsung melakukan pengejaran dan menemukan speed boat yang dimaksud.


Dari hasil pemeriksaan, petugas menemukan sebanyak lima orang wanita berinisial SD, LM, EM, MA dan YN.


(Korban saat diperikasa petugas)


Selain kelima wanita PMI ilegal, Polisi juga turut mengamankan seorang pria berinisal MI yang menakhodai speed boat tersebut.


Speed boat tanpa nama itu berlayar dari Pantai Indah, Desa Pangke, Kecamatan Meral berdasarkan perintah seseorang berinisial SAB.


Dalam sekali jalan, nakhoda mengaku diberi upah sebesar Rp1,5 juta oleh SAB.


Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 81 jo Pasal 69 atau Pasal 86 jo 73 UU nomor 18 tahun 2017 tentang Perlindungan PMI dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara.

Penulis: Ami Bagan

Editor: M. Saimi Arrahman Rambe

Tag:kabupaten karimunkepriKriminalNegara MalaysiaPMI IlegalPenyelundupan PMIpolriSatpolairud polres karimun

Berita Terkait

Situs ini menggunakan cookies.